Di Abad Pertengahan, untuk merayakan naik takhtanya, seorang raja menyelenggarakan kompetisi memanah terbesar di dunia. Para pesaing memutuskan satu per satu, masing-masing membuktikan keterampilan dan ketepatan menembak mereka dengan mencapai keajaiban. Juara pertama yang tiba di lapangan tembak di mana seorang biksu bersandar di pohon yang terletak hampir tiga puluh meter jauhnya, dan dia meletakkan sebuah apel di kepalanya. Dia kemudian kembali ke lapangan tembak, bahunya dan menembakkan panahnya yang akan mendarat tepat di tengah-tengah apel hingga membelahnya menjadi dua, meninggalkan bhikkhu itu dalam keadaan sehat sepenuhnya. Pria itu kemudian pergi menyambut raja :– Saya berasal dari Swiss. Saya Guillaume Beritahu. Sekarang inilah penembak lain yang pada gilirannya akan membidik biksu yang terletak hampir enam puluh meter jauhnya.. dia menaruh kacang di kepalanya. Kemudian dia mengambil tempatnya di lapangan tembak, dan menembakkan anak panah yang langsung membelah mur yang diletakkan di tengkorak tanpa menyentuhnya . Penonton bersuka ria ! Penembak kemudian akan memberi hormat kepada raja :– Saya berasal dari Inggris. Saya Robin Hood. Akhirnya datanglah pria lain yang pada gilirannya akan membidik. Dia akan meletakkan semangka di kepala biksu itu . Dia kembali ke lapangan tembak, bahu gemetar, dan akhirnya, menembakkan anak panahnya yang akan mendarat tepat di jantung biksu itu , membunuhnya seketika. Ucapan “Ohhh” keheranan dan kengerian yang hebat mengguncang kerumunan yang tidak mengerti. Penembak kemudian berjalan menuju raja dan berkata :– Saya berasal dari Beloeil di Belgia . aku...maafkan aku ! 🏹👁️👀Pengubah
Di Abad Pertengahan, untuk merayakan naik takhtanya, seorang raja menyelenggarakan kompetisi memanah terbesar di dunia. Para pesaing memutuskan satu per satu, masing-masing membuktikan keterampilan dan ketepatan menembak mereka dengan mencapai keajaiban. Juara pertama yang tiba di lapangan tembak di mana seorang biksu bersandar di pohon yang terletak hampir tiga puluh meter jauhnya, dan dia meletakkan sebuah apel di kepalanya. Dia kemudian kembali ke lapangan tembak, bahunya dan menembakkan panahnya yang akan mendarat tepat di tengah-tengah apel hingga membelahnya menjadi dua, meninggalkan bhikkhu itu dalam keadaan sehat sepenuhnya. Pria itu kemudian pergi menyambut raja :– Saya berasal dari Swiss. Saya Guillaume Beritahu. Sekarang inilah penembak lain yang pada gilirannya akan membidik biksu yang terletak hampir enam puluh meter jauhnya.. dia menaruh kacang di kepalanya. Kemudian dia mengambil tempatnya di lapangan tembak, dan menembakkan anak panah yang langsung membelah mur yang diletakkan di tengkorak tanpa menyentuhnya . Penonton bersuka ria ! Penembak kemudian akan memberi hormat kepada raja :– Saya berasal dari Inggris. Saya Robin Hood. Akhirnya datanglah pria lain yang pada gilirannya akan membidik. Dia akan meletakkan semangka di kepala biksu itu . Dia kembali ke lapangan tembak, bahu gemetar, dan akhirnya, menembakkan anak panahnya yang akan mendarat tepat di jantung biksu itu , membunuhnya seketika. Ucapan “Ohhh” keheranan dan kengerian yang hebat mengguncang kerumunan yang tidak mengerti. Penembak kemudian berjalan menuju raja dan berkata :– Saya berasal dari Beloeil di Belgia . aku...maafkan aku ! 🏹👁️👀Pengubah